Senin, 26 September 2011

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Pengertian :
ERP adalah sebuah sistem informasi  perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya,  informasi dan aktifitas yang diperlukan  untuk proses bisnis lengkap. ERP juga merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu system komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.
Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnis.

Tujuannya Dalam Organisasi :
Mengkoordinasikan bisnis  organisasi secara keseluruhan.

Peranannya Dalam Organisasi :
  1. Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis.
  2. Membagi  database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise
  3. Menghasilkan informasi yang real-time
  4. Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan


Konsep Dasar ERP :


Evolusi Sistem ERP :


Tahapan Evolusi Sistem ERP :
Tahap I : Material Requirement Planning (MRP)
  • Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material.

Tahap II: Close-Loop MRP
  • Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan.

Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II)
  • Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan.

Tahap IV: Enterprise Resource Planning
  • Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah.

Tahap V: Extended ERP (ERP II)
  • Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih konflek dari ERP sebelumnya.

Integrasi ERP Dalam Organisasi :


Modul ERP :
Berikut ini adalah modul-modul standar ERP yang biasanya digunakan dalam sebuah organisasi/perusahaan. Namun dalam perjalanannya telah terjadi beberapa penambahan ataupun pemecahan modul-modul dari modul standar berikut ini.
  1. Manufacturing
  2. Supply Chain Management
  3. Financials
  4.  Projects
  5. Human Resources
  6. Customer Relationship Management
  7. Data warehouse
  8. Access Control
  9. Customization


Implementasi ERP :
  1. Implementasi sistem ERP tergantung pada ukuran bisnis, ruang lingkup dari perubahan dan peran serta pelanggan.
  2. Perusahaan membutuhkan jasa konsultasi, kustomisasi dan jasa pendukung
  3. Migrasi data adalah salah satu aktifitas terpenting dalam menentukan kesuksesan dari implementasi ERP
  4. Sayangnya, Migrasi data merupakan aktifitas terakhir sebelum fase produksi

Langkah strategi migrasi data yang dapat menentukan kesuksesan implementasi ERP:
  1. Mengidentifikasi data yang akan di migrasi
  2. Menentukan waktu dari migrasi data
  3. Membuat template data
  4. Menentukan alat untuk migrasi data
  5. Memutuskan persiapan yang berkaitan dengan migrasi
  6. Menentukan pengarsipan data


Kelebihan ERP :
  1. Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.
  2. Rancangan Perekayasaan
  3. Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
  4. Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks


Kelemahan ERP :
  1. Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP.
  2. Sistem ERP sangat mahal.
  3. Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif.
  4. 4.       ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi. 
  5. Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan.

Sumber : www.wikipedia.org, Wawan, Falahah (2007), Enterpise Resource Planning: Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis, Informatika, Bandung,  www.mikroskil.ac.id/~erwin/erp/00.ppt 
dan berbagai sumber lainnya.

Kunyah Seledri untuk Hancurkan Sel Kanker

Sejak ratusan tahun silam, seledri telah digunakan sebagai penyedap masakan. Bahkan bangsa Mesir dan Yunani menggunakannya sebagai obat kanker.



Seledri atau yang berbahasa latin Apium graveolens L. biasa digunakan sebagai tambahan bumbu di masakan Indonesia. Tak cuma sebagai penyedap, ternyata seledri juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Khasiat daun ini sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu di negara Mesir, Yunani dan Romawi. Penyakit seperti flu, masalah pencernaan, gangguan fungsi kerja limpa dan hati bisa diobato dengan menggunakan biji tanaman ini. Di Eropa dan beberapa negara Asia seperti Jepang, China dan Korea, seledri tak hanya digunakan daunnya saja sebagai penyedap, tapi juga tangkainya.


Berdasarkan penelitian, tanaman keluarga Apiaceae ini mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut unutk melepaskan deposit kalsium yang mengakut di ginjal dan sendi. Seledri juga mengandung magnesium yang berfungsi menhilangkan stress. Daun ini mengandung protein, belerang, kalsium, besim fosfor, vitamin A, B1 dan C.

Seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas penyebab utama kanker. Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga ketahanan tubuh. Manfaat seledri akan jauh lebih cepet terasa jika rutin mengkonsumsinya mentah-mentah.


Jadi tidak ada salahnya mulai memasukan seledri kedalam menu makanan anda sehari-hari, ataupun dapat juga didalam bumbu masakan anda.

sumber : www.msn.com